Sajak


~Kado Tanpa Rupa~ Ku tulis kata-kata yang ada di hatiku agar kamu bisa membaca isi hatiku sebaris dua baris berhasil ku lukiskan di kertas bayangmu yang membuatku semangat menulis lembaran putih ku hias dengan coretan mungkin tanpa makna atau justru sebaliknya bait demi bait ku goreskan untukmu yang selalu mencintaiku […]

Untukmu


Langit basah Bumi subur daun mengembun dingin masuk dalam pori-pori kulit mata melihat lampu-lampu yang redup kunang-kunang yang biasanya berkelip tak terlihat di malam itu rindu menyatu dalam gelap rongga-rongga malam yang berselimut dingin jam dinding membunyikan setiap pergantian detik waktu berlalu dengan sepi nada-nada air yang turun begitu sendu […]

Malam Bersemayam di Kedinginan



Nyanyian dari Lembah Sunyi Terdiam dalam malam yang mencekam manusia terjebak dalam hidup yang penuh luka menanti kebahagiaan yang tak kunjung tiba lembah yang sunyi menikam jiwa-jiwa penuh derita terjebak ataukah direnggut? yang pasti banyak kebahagiaan yang hilang siapa predator kebahagiaan jiwa-jiwa kami? yang makan tanpa belas kasihan predator dengan […]

Nyanyian dari Lembah Sunyi


Kamu membuat gelisah hatiku malam-malamku susah tidur karenamu bintang tak mau mengerti keadaanku yang resah , gundah karena merindukanmu tiga tahun bersama membuat aku mengerti apa itu cinta cinta yang kau tanamkan begitu indah di hatiku kamu juga yang mengajariku apa itu sebuah pengkhianatan bulan desember duaribu duabelas kau mengucapkan […]

Kamu



Langit gelap menutup bumi warna merah jingga di barat tak muncul angin semilir menerpa lekuk tubuh dan suara gemericik air sungai di depan rumah Jalanan sepi suasana yang menentramkan hati di depan rumah aku menikmati sore burung berterbangan pulang ke sarangnya Secangkir kopi hitam di meja depan rumahku sesekali ku […]

Catatan Suatu Sore


Ketika adzan Isya’ berkumandang aku dengan berat hati meninggalakan desa tanah kelahiranku Ditemani bapak dan ibu ku langkahkan kakiku menuju stasiun di mana orang-orang berkumpul menunggu kereta yang selalu terlambat itu Aku pamit kepada ibu seketika airmata pecah dan mengalir ke pipi semakin tak tega meninggalkan ibu yang menangis sendu […]

Stasiun Walikukun



Setiap senja mulai larut rasa dingin menjalar ke tubuh pikiran ini menuju kenangan kenangan yang indah itu masa lalu yang manis malam-malamku tak tenang aku memikirkan kenangan yang indah kenapa hatiku merasa tak ikhlas tak bisa melepasmu apalagi kalau hujan datang pikiran jadi melayang-layang kenangan yang manis itu terasa di […]

Mengenang(mu)


Matahari pelan-pelan terbit hiruk pikuk desaku sudah mulai terasa suara burung-burungpun berkicau embun yang indah menyerbu dedaunan para petani berangkat ke sawah membawa cangkul serta sebungkus nasi dan air di dalam botol menambah keriuhan desa ini anak sekolah beramai-ramai berangkat sekolah ada yang jalan kaki,ada juga yang naik sepeda dingin […]

Suasana Desaku



Di ranjang yang dingin ini ku lewati mimpi-mimpi yang indah dan buruk di ranjang yang dingin ini kenangan telah terukir di ranjang yang dingin ini kita berdua bercinta sampai lupa waktu di ranjang yang dingin ini aku dan kamu mengucap janji akan hidup bersama, selamanya. Di ranjang yang kusam ini […]

Ranjang


Malam ini hawa dingin menyerang Sepi terasa di lubuk hatiku Apakah hanya perasaanku saja Atau memang begitu kenyataannya Bulan dan Bintang tak melihatkan keberadaanya Semakin gelap saja malam ini Angin yang berhembus membuat badan ini sedikit menggigil Suara dari atas menggetarkan hati Suara Petir bersaut-sautan Tetesan air mulai membasahi bumi […]

Tetesan Air Hujan yang Menenangkan Hati